Pendidikan Empati Ekologis untuk Anak di Taman Bacaan Masyarakat
Pendahuluan
Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS memiliki minat pada persoalan-persoalan yang terkait dengan kebudayaan, terutama keanekargaman budaya, danperubahan sosial, baik dalam bentuk pendidikan, kajian/penelitian, maupun aksi.Program-program PSBPS UMS didasarkan atas nilai-nilai Islam dan kemanusianuniversal dengan menekankan pada relevansi dan kontekstualisasi nilai-nilai tersebut terhadap tuntutan zaman dan pemberian arah pada perubahan sosial.
Riset Aksi
Pada tahun 2020 ini, PSBPS melakukan Riset Aksi (action research) dalam program Penelitian Pusat Studi (PESATU). PESATU merupakan skim penelitian yang didanai oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta dimana program ini dikelola olehLembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah (LPPM UMS). Riset Aksi (action research) yang dilakukan oleh tim PSBPS UMS menjadikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Panggon Sinau sebagai pusat pendidikan non-formal berbasis komunitas dalam meningkatkan sikap empati anak di Dusun Jayan. Program ini nantinya dilakukan dalam 2 tahun.
Pada tahun pertama, penelitian bertujuan membuat desain program kegiatan yangmampu meningkatkan empati anak. Pada tahun kedua, penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan modul Gen-E (Generasi Empati) dalam kegiatan taman bacamasyarakat Panggon Sinau dengan metode learning by playing.
Tujuan
Tujuan penelitian aksi ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran empati anak di Dusun Jayan dan bagaimana peran TBMdalam memupuk sikap empati anak di Dusun Jayan. Produk penelitian ini adalah modul Gen-E (Desain program memupuk sikap empati anak melalui TBM Panggon Sinau di Dusun Jayan). Modul tersebut diharapkan mampu menjadi acuan dalam penyusunanprogram kegiatan TBM pada umumnya dan TBM Panggon Sinau pada khususnya. Luaran yang diharapkan pada tahun pertama adalah tulisan opini di media massa dari hasil penelitian.
Metode
Metode yang digunakan adalah action research. Pada tahap pertama, peneliti akan melakukan pre-test kepada subjek dengan menggunakan skala empati (pre- test),setelah itu akan dilakukan workshop komunitas yang diisi oleh perwakilan warga Dusun Jayan, lembaga sekolah yang ada di Dusun Jayan, Stakeholder Dusun Jayan dan DinasPendidikan Kabupaten Boyolali.
Tahapan
Berdasarkan hasil workshop tersebut, tim peneliti akan menyusun modul Gen-E (Generasi Empati) yang berisi materi dan metodeaplikasi pelatihan empati yang sesuai bagi anak usia 3-12 tahun. Langkah selanjutnya adalah review modul oleh beberapa expertjudgment (dosen, guru, dinas pendidikan dan kebudayaan serta lembaga yang fokus dalam perkembangan dan pendidikan anak). Review akan dilakukan menggunakan konsep focus grup discussion (FGD). Setelah penelitian selesai, hasil penelitian akan dipublikasikan melalui jurnal nasional.
