Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) ke-8 yang berlangsung di Hotel Sunan, Surakarta pada 17-18 November 2022. Forum ini merupakan suatu forum yang penting, khususnya untuk meluaskan gaung pesan-pesan Islam pada tingkat global. Harapannya hal tersebut akan membawa pada jalan Islam Tengahan atau wasathiyah al-Islam. Diakhir penyelenggaraannya, forum ini menelurkan pernyataan sikap bersama yakni Surakarta Message. Berisi sejumlah poin penting, Surakarta Message menggaungkan pesan damai kepada dunia. Anggota Panitia Pengarah (Steering Committee) WPF, Prof. Syafiq A Mughni mengatakan, dalam pembahasan dihasilkan beberapa poin yang perlu ditekankan. Meski masih draf, namun Surakarta Massage secara substansinya sudah dihasilkan.
Adapun poin pertama dari Surakarta Message yakni menjelaskan tentang dunia yang kini dalam keadaan krisis karena ketegangan antar kekuatan super power, termasuk perang Ukraina melawan Rusia. Juga ada beberapa negara yang sangat mungkin terjatuh dalam situasi perang.Untuk mengantisipasi hal tersebut, terutama perang yang menggunakan nuklir, tentu itu akan melahirkan bahaya yang sangat besar.
Poin kedua, adalah soal ekstrimisme. Hal ini penting untuk disoroti mengingat masih ada ekstrimisme di berbagai negara, baik yang bernuansa agama maupun politik. Artinya sikap atau kebijakan yang tidak demokratis, yang mengandung diskriminasi. Ini merupakan tantangan yang harus kita hadapi.
Poin ketiga adalah persoalan pemanasan global. Menurutnya, jika kerusakan alam terus berlanjut maka angka kehidupan di bumi akan terus menurun karena kondisi alam yang memprihatinkan. Sedangkan poin keempat adalah mengenai dampak pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum pulih, karena menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kebijakan yang tidak demokratis, yang mengandung diskriminasi. Ini merupakan tantangan yang harus kita hadapi. Semua itu, menurut Prof. Syafiq A Mughni, merupakan persoalan yang sedang bersama-sama dihadapi oleh seluruh penduduk dunia. Karena itu, persaudaraan kemanusiaan harus diperteguh. Bermakna bahwa kita harus ada solidaritas, yang lemah mendapatkan proteksi, yang kuat memberikan proteksi, mendistribusikan kekayaannya baik moral maupun material yang disertai dengan jalan tengah atau wasathiyah.
Lebih lanjut Prof. Syafiq A Mughni menjelaskan, tujuan dari Surakarta Massage yakni membangun peradaban yang damai, adil, dan sejahtera bagi semuanya. Tujuannya adalah untuk membangun supaya ada perdamaian, ada keadilan, kemudian ada kesejahteraan bagi masyarakat dunia ini.
Sementara itu, Ketua WPF sekaligus Chairman Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Prof Din Syamsuddin mengatakan, Surakarta Message akan disampaikan pada seluruh umat beragama di dunia dan umum. Ini pesan umum kepada seluruh dunia, bernegara, seluruh umat beragama. Surakarta Message pada dasarnya menggambarkan permasalahan dunia yang diliputi krisis multidimensi. Ada krisis energi, lingkungan hidup, juga pangan yang dengan adanya pandemi Covid-19 mengkristal menjadi kerusakan dunia yang akut. Oleh sebab itulah kerja sama antaragama menjadi hal mendasar yang harus selalu dilakukan.

