Lokakarya Desain Penelitian: Pemetaan Muatan Buku Ajar Pendidikan Agama Islam dan Spektrum Ideologis Guru di Madrasah Aliyah

Guru sejatinya memang memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman dan persepsi keagamaan pada siswa. Penajaman intoleransi di kalangan siswa dipengaruhi oleh materi pengetahuan dan contoh sikap yang diberikan oleh guru di kelas. Guru yang pandangan keagamannya intoleran akan cenderung memberikan dampak langsung pada pertumbuhan pandangan eksklusif siswa, demikian pula sebaliknya dengan guru yang toleran akan memengaruhi pembentukan pandangan inklusif siswa. Survei PPIM (2016, 2018) menyoroti fenomena tersebut. Survei mengkonfirmasi bahwa guru menjadi transmitter atau pembawa pengetahuan yang membentuk nilai-nilai dan sikap radikal dan intoleran kepada siswa. Pengetahuan, pandangan serta sikap yang disampaikan oleh guru kepada siswa mereka di kelas diasumsikan bersumber dari buku teks yang menjadi referensi dalam proses belajar mengajar. Muatan buku-buku ajar ditengarai memberikan kontribusi terhadap pembentukan intoleransi dan radikalisme pada para siswa.

Penelitian induktif yang berpendekatan grounded research tentang pemetaan buku ajar PAI di Madrasah yang digunakan sebagai referensi oleh para guru di MA sederajat menjadi penting dilakukan. Buku-buku teks agama yang mencakup bidang Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadits, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) perlu menjadi fokus utama riset. Keempat bidang tersebut dijadikan fokus dalam penelitian ini berdasarkan dua alasan pokok. Pertama, mata pelajaran Akidah dan Sejarah Kebudayaan Islam diasumsikan berkaitan erat dengan penyemaian konflik ideologis karena dalam praktiknya sering dijadikan dasar teologis dan historisitas tradisi untuk mengekspresikan akhlak, mu’ammalah, dan interaksi sosial sesama umat Islam maupun antar-umat beragama yang majemuk. Kedua, bidang Al-Qur’an dan Hadits serta Fikih diasumsikan cenderung ditafsirkan secara normatif, dogmatik, dan literal-tekstual, sehingga berpotensi melahirkan perilaku yang kaku-eksklusif serta intoleran di tengah-tengah masyarakat akibat kurangnya kontekstualisasi dan pembumian seiring perubahan zaman dan peradaban.

Penelitian ini akan menganalisis buku ajar sesuai dengan kurikulum, modul, dan silabus yang digunakan oleh guru di lima provinsi, mencakup sekolah di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, baik madrasah Negeri maupun madrasah Swasta. Pemilihan madrasah negeri dan swasta didasarkan pada kecenderungan kedua model Madrasah ini. Madrasah negeri memiliki kecenderungan mematuhi isi dan substansi yang telah ditetapkan oleh KEMENAG. Sedangkan Madrasah swasta memiliki kecenderungan melakukan pengembangan dari ketetapan KEMENAG karena mengikuti tuntutan pemangku kepentingan (stakeholders) sekolah dalam mengintegrasikan corak serta misi ideologis keagamaan tertentu.

Penelitian ini bertujuan mengungkap beberapa hal. Pertama, menggali data tentang kurikulum, silabi, RPP, dan buku ajar yang digunakan oleh guru PAI dalam proses belajar-mengajar di tingkat Madrasah Aliyah (MA) di lima provinsi yaitu Jakarta, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, dan Manado. Kedua, membuat pemetaan muatan materi buku ajar yang digunakan oleh guru MA. Ketiga, mengidentifikasi spektrum ideologis yang dimiliki guru MA sebagai hasil dialektika antara teks atau buku ajar dengan disposisi psikokultural para guru dalam memahami masalah-masalah kontemporer kebangsaan. Penelitian ini diharapkan menghasilkan temuan bermanfaat bagi pemerintah dan organisasi Islam serta masyarakat sipil umumnya, dalam menetapkan kebijakan yang efektif tentang kurikulum PAI dalam sistem pendidikan yang mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, menjunjung nilai-nilai toleransi, empati sosial, inklusivisme, keterbukaan dialogis, multikulturalisme, keadaban publik, demokrasi, dan keadilan sosial.

Kegiatan lokakarya ini berlangsung pada 30 November – 2 Desember 2018 bertempat di Yogyakarta. Lokakarya tersebut bertujuan untuk mempersiapkan desain dan pengembangan instrumen riset yang akan digunakan sebagai pedoman tim manajemen dan peneliti, dalam pelaksanaan pengumpulan data, analisis data dan pelaporan hasil riset. Workshop ini diharapkan akan menghasilkan 5 pedoman utama dalam pelaksanaan riset, yang terdiri dari: Pedoman Rekrutmen Narasumber, Pedoman Pelaksanaan In-depth interview dan Pengamatan, Pedoman Pelaksanaan FGD, Pedoman Analisis Data, Pedoman Analisis Buku Ajar, dan Pedoman Penulisan Hasil Riset. Bertindak sebagai narasumber antara lain Prof. Dr. Machasin, Dr. Najib Kailani, Dr. Wiwin Dinar, Dr. M.A. Fattah Santoso, Dr. Hilman Latief.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *